Ajnabi dalam Islam

1. Surah Al-Isra`: 32
Lafal dan Arti Ayat

وَلاَ تَقْرَبُوْا الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً قلى وَ سَآءَ سَبِيْلاً

Artinya:“Dan janganlah kamu menghampiri zina, karena sesungguhnya adalah ia itu satu kejahatan dan jelek perjalanannya.”Al-Isra`: 32

Maksud ayat yang berkaitan dengan makalah ini adalah:
– Allah ta’ala melarang manusia “mendekati” perbuatan zina.(Al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkam Al-Qur’an, jz. 10, hlm.      253,Ash-Shabuni, Shafwah At-Tafasir, jz. 2, hlm. 146,).

– Zina merupakan perbuatan buruk yang amat jahat dan jalan yang sangat buruk ke neraka Jahanam.(Ash-Shabuni, Shafwah At-Tafasir, jz. 2, hlm. 146).

Penjelasan
Tentang lafal  وَ لاَ تَقْرَبُوْا الزِّنَى  (Dan janganlah kalian mendekati zina), An-Nasafi berkata:

هُوَ نَهْيٌ عَنْ دَوَاعِى الزِّنَى كَاللَّمْسِ وَ الْقُبْلَةِ وَ نَحْوِهِمَا وَ لَوْ أُرِيْدَ النَّهْيُ عَنْ نَفْسِ الزِّنَى لَقَالَ: لاَ تَزْنُوْا.

Artinya:
(Lafal) itu merupakan larangan (melakukan) hal-hal yang dapat menyeret (seseorang) untuk melakukan zina, seperti menyentuh, mencium, dan semisalnya. Bila (yang) dimaksud (adalah) larangan untuk (melakukan) zina itu sendiri, sungguh (pastilah) Dia berfirman: ((لاَ تَزْنُوْا)) (: “Janganlah kalian berzina”).

Ash-Shabuni sependapat dengan An-Nasafi dalam hal ini.

2. Surah An-Nur (24): 30
Lafal dan Arti Ayat

قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَ يَحْفَظُوْا فُرُوْجَهُمْ قلى ذلِكَ أَزْكَى لَهُمْ قلى إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا يَصْنَعُوْنَ

Artinya:
Suruhlah mu’minin menundukkan sebagian dari pandangan-pandangan mereka. dan memelihara kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih bersih buat mereka; sesungguhnya Allah amat Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
Surah An-Nur (24): 30.

Maksud ayat yang berkaitan dengan pembahasan ini adalah bahwa Allah AwJ menyuruh para hamba-Nya yang beriman untuk menahan pandangan mereka dari melihat hal-hal yang haram untuk dilihat.(Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur’an Al-‘Adhim, jz. 3, hlm. 281).

Penjelasan
Pada penelitian tentang hukum berjabat tangan lelaki dengan perempuan ajnabi, yang menjadi pokok pembicaraan dari ayat di atas adalah lafal: يَغُضُّوْا مِنْ أَبْصَارِهِمْ (Supaya mereka menundukkan sebagian dari pandangan-pandangan mereka), sebab lafal ini dianggap oleh A. Hassan berkaitan dengan masalah berjabat tangan lelaki dengan perempuan ajnabi.

Tartin;

Abu Abdillah, BA, S. Pd. I

About Abu Umair

PESANTREN LANSIA & PENSIUNAN AR-RAIHAN Memperbaiki Diri Di Usia Senja

Posted on 30 Oktober 2011, in Aqidah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: