Syarat meruqyah

Sekarang ini pembacaan Al-Qur’an untuk meruqyah banyak sekali diperdebatkan. Sebagian orang berkata: “Tidak boleh meruqyah dengan membacakan Al-Qur’an kecuali seorang ahli ilmu syar’i.” Sebagian lainnya berkata: “Boleh dilakukan oleh siapa saja yang hafal Al-Qur’an, lurus aqidahnya, termasuk orang baik-baik dan bertakwa. Mohon kiranya Anda sudi menjelaskan masalah ini dan hukum Syar’i yang berkaitan dengannya ?

Yang benar adalah ruqyah ini boleh dilakukan oleh setiap orang yang bisa membaca Al-Qur’an dengan bagus, memahami maknanya, lurus aqidahnya, baik amalannya dan luhur akhlaknya. Tidak mesti harus mengetahui masalah-masalah parsial dan tidak pula harus menyelami disiplin-disiplin ilmu lainnya. Berdasarkan kisah Abu Sa’id Al-Khudri yang meruqyah orang yang tersengat kalajengking, orang-orang berkata: “Sebelumnya kami tidak tahu kalau beliau bisa meruqyah.” Atau sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat Al-Bukhari (No:2276) dan Muslim (No:2201). Hendaklah orang yang meruqyah meluruskan niatnya, yaitu menolong saudaranya sesama muslim, bukan karena ingin mendapat harta dan imbalan. Supaya Al-Qur’an yang dibacakannya saat meruqyah dapat memberi kesembuhan.

Wallahu a’lam.

Dinukil dari kitab Al-Lu’lu’ Al-Makin kumpulan Fatwa Syaikh Bin Jibrin hal 22.

Iklan

About Abu Umair

PESANTREN LANSIA & PENSIUNAN AR-RAIHAN Memperbaiki Diri Di Usia Senja

Posted on 15 April 2014, in Fiqih. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: