Monthly Archives: September 2011

DIMANA ALLAH ? Bag. 2

Apa dalil bolehnya menanyakan “di manakah Allah?”

Dari Mu’awiyah bin al Hakam radliallaahu ‘anhu, beliau mengatakan: Saya memiliki seorang budak wanita yang bertugas menggembalakan kambing-kambingku di satu tempat sekitar gunung uhud. Suatu hari saya melakukan inspeksi, tiba-tiba ada serigala yang membawa seekor kambing gembalaan. Sementara saya adalah manusia yang bisa marah sebagaimana yang lainnya, dan aku pukul budakku. Kemudian Aku melaporkannya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Beliau menganggap hal itu sebagai kesalahan besar. Aku bertanya: “Yaa Rasulullah, haruskah aku merdekakan budak tersebut?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bawa dia kemari.” Kemudian aku bawa budakku menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Beliau bertanya: “Di manakah Allah??” budak tersebut menjawab: “Di atas.” Beliau bertanya lagi: “Siapa aku?” Budakku menjawab: “Anda Rasulullah.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan: “Bebaskan dia, karena dia orang yang beriman.” (HR. Muslim 1227, Abu Daud 931, An Nasa’I 1217, Ahmad 24485, Imam Malik dalam Al Muwattha’ 1473 & dishahihkan Syaikh Al Albani).

Tentang status keshahihan hadis ini tidak perlu untuk dibahas. Cukuplah rekomendasi Imam Muslim dan pakar hadis lainnya sebagai bukti keshahihannya. Read the rest of this entry

Iklan