Muhkam VS Mutasyabih

Mengenai pengertian muhkam dan mutasyabih terdapat banyak perbedaan pendapat. Biasanya berkisar antara lain sebagai berikut:

Pendapat Pertama:

Yang dimaksud dengan ayat muhkamatadalah ayat yang mudah diketahui maksudnya, sedang yang dimaksud dengan ayat mutasyabihat hanya diketahui maksudnya oleh Allah sendiri dan tidak ada seorangpun yang tahu maknanya.

Misalnya huruf-huruf yang ada di awal surat seperti alif lam min, alif lam ra’, ha miim, yaa siin dan sebagainya.

Pendapat Kedua

Yang dimaksud dengan ayat muhkamatadalah ayat yang hanya mengandung satu wajah, sedangkan ayatmutasyabihat adalah ayat yang mengandung banyak wajah.

Pendapat Ketiga

Menurut pendapat ini yang dimaksud dengan ayat muhkamat adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui secara langsung, tanpa memerluan keterangan lain.

Sedang ayat mutasyabihat sebaliknya. Ayat itu masih memerlukan penjelasan dengan merujuk kepada ayat-ayat lain.

Para ulama memberikan contoh ayat-ayat muhkam dalam Qur’an dengan ayat-ayat nasikh, ayat-ayat tentang halal, haram hudud (hukuman) kewajiban, janji dan ancaman. Sementara untuk ayat-ayat mutasyabih mereka mencontohkan dengan ayat-ayat tentang asma’ Allah dan sifat-sifatNya, antara lain dalam:

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

Tuhan yang Maha Pemurahbersemayam di atas ‘Arsy. (QS. Thaha: 5)

كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah Allah. bagi-Nyalah segala penentuan, dan Hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. Al-Qashash: 88)

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu Sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah, tangan Allah di atas tangan mereka. (QS. Al-Fath: 10)

وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا 

Tuhanmu datang dan malaikat berbaris-baris. (QS. Al-Fajr: 22)

Dan masih banyak lagi ayat lainnya. Termasuk didalamnya permulaan beberapa surah yang dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah dan hakikat hari kemudian serta ‘ilmus sa’ah.

Wallahu a’lam bishshawab.

Tartib;

Abu Umair, BA, S. Pd. I

Iklan

About Abu Umair

PESANTREN LANSIA & PENSIUNAN AR-RAIHAN Memperbaiki Diri Di Usia Senja

Posted on 30 Agustus 2012, in Ahkam. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: