Kedzaliman Adalah Kegelapan Di Hari Kiamat. Bag 2

Kezhaliman yang kedua: kezhaliman yang tidak dibiarkan begitu saja tanpa ada pembalasan, yaitu kezhaliman yang dilakukan seorang manusia terhadap sesamanya, atau seorang muslim terhadap saudaranya. Dalam sebuah hadist Qudsi yang diriwayat-kan oleh Imam Muslim dalam shahihnya, bahwa Allah berfirman:
يَا عِبَادِيْ إِنِّيْ حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِيْ وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا. (مختصر صحيح مسلم، تحقيق الألباني، رقم 1828 ص 482).
“Wahai hamba-hambaku sesungguhnya Aku mengharamkan atas diriKu untuk berbuat zhalim (kepada hamba-hambaKu) dan Aku mengharamkannya pula atas kamu sekalian, maka janganlah kamu sekalian saling menzhalimi satu dengan yang lain.”

Kita sering melihat dalam realita kehidupan dunia ini, perbuatan kezhaliman yang dilakukan seseorang kepada saudara-nya baik dalam harta, jiwa dan kehormatannya, seperti: pengam-bilan tanah, rumah seseorang secara paksa tanpa ada imbalan yang pantas, ketidakadilan dalam harta warisan, memakan harta anak yatim, tidak membayar hutang dalam kondisi mampu melunasinya, korupsi, menumpahkan darah orang lain tanpa haq, mengancam jiwa seseorang, intimidasi dan teror, memfitnah,mencaci maki, mencerca, mencemarkan nama baik dan lain-lain.

Semua itu merupakan bentuk kezhaliman yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya Shalallaahu alaihi wasalam. Sebagaimana dalam khutbah Arafah, Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ.
Sesungguhnya darah-darahmu, harta-hartamu dan kehor-matanmu diharamkan atas kamu sekalian. (HR. Al-Bukhari-Muslim, Lihat Iqadhul himam, hal. 341)

Dan dalam hadist lain beliau bersabda:
اِتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. (مختصر صحيح مسلم، 1829).
“Takutlah kamu berbuat kedzaliman, karena sesungguhnya kezhaliman itu adalah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Muslim dan Ahmad)

Oleh karena itu beliau memerintahkan umatnya agar menyelesaikan urusan-urusan antara mereka di dunia ini, sebelum datangnya hari kiamat, yang perkara-perkara tersebut diselesaikan bukan lagi berupa harta, darah, dan kehormatan melainkan dengan tebusan amal-amal shalih.

Di sana nantinya, seorang yang kaya dengan amal kebajikan-nya dapat bangkrut seketika, akibat kedzaliman yang dilakukan di dunia. Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, Nabi muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
أَتَدْوُرْنَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَاُلْوا: اَلْمُفْلِسُ فِيْنَا مَنْ لاَ دِرْهَمَ وَلاَ مَتَاعَ لَهُ. قَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِيْ مَنْ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِيْ وَقَدْ شَتَمَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا، فَيُقْضَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يَقْضِيَ مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ. (رواه مسلم، رقم 2581).
“Tahukah kalian apakah orang yang bangkrut itu? para sahabat berkata: Orang yang bangkrut di antara kami, adalah yang tidak mempunyai uang dan harta benda, Nabi Shalallaahu alaihi wasalam berkata: Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa dan zakat, namun dia pernah mencaci si anu, memakan harta si anu, menumpahkan darah, dan memukul orang lain., maka diputuskanlah perkara orang tersebut dengan diambil sebagian dari pahala kebaikannya, kemudian seorang lagi dengan pahalanya, dan jika pahalanya telah habis sebelum menyelesaikan kewajiban-kewajiban atasnya maka diambillah dosa-dosa orang-orang yang dizhaliminya, lalu dilimpahkan kepadanya, kemudian ia dicam-pakkan ke Neraka.” (HR.Muslim, No. 2581).

Kezhalimam yang ketiga: kezhaliman yang diampuni, yaitu kezha-liman seorang hamba terhadap dirinya dengan melakukan pelanggaran terhadap hak-hak Allah atas dirinya, misalnya mening-galkan puasa, berzina, minum arak, dan perbuatan-perbuatan yang mungkar lainnya yang berkaitan dengan pelanggaran hak-hak Allah terhadap dirinya. Barangsiapa yang terjerumus dalam kemung-karan-kemungkaran tersebut tanpa menganggapnya halal lalu segera mengingat Allah Ta’aala dan kembali kepadanya dengan bertobat dan beramal shaleh niscaya akan diampuni oleh Allah Ta’ala Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.

Allah berfirman:
“Dan orang-orang yang apabila mengerjakan pekerjaan keji atau menganiaya diri mereka, mereka ingat akan Allah lalu mohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka, dan Surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya.” (QS. Ali Imran:135 – 136)

About Abu Umair

PESANTREN LANSIA & PENSIUNAN AR-RAIHAN Memperbaiki Diri Di Usia Senja

Posted on 21 September 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: